Kondisi Pendidikan di Indonesia
Pendidikan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kemajuan bangsa. Akan tetapi, pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan dan masih membutuhkan peningkatan kualitas. Peningkatan kualitas pendidikan masih menjadi PR besar bangsa ini. Pendidikan di Indonesia pun belum sepenuhnya merata.
Jika di bandingkan dengan pendidikan di daerah perkotaan, banyak sarana dan prasarana penunjang pendidikan di daerah - daerah terpencil yang masih sangat kurang. Gedung sekolah yang kurang layak untuk di pakai, kekurangan buku, kurang tenaga pendidik, akses jalan ke sekolah masih sulit, dan sebagainya.
Kurikulum di Indonesia juga harus lebih di sempurnakan. Karena, kurikulum sangat berpengaruh untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum terbaru di Indonesia saat ini yaitu Kurikulum 2013 yang di canangkan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Mohammad Nuh. Akan tetapi, berdasarkan Permendikbud nomor 60 tahun 2014 tanggal 11 desember 2014, Kurikulum 2013 dihentikan dan dikembalikan ke kurikulum sebelumnya (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Pemberhentian ini bersifat sementara dan paling lama sampai tahun ajaran 2019/2020. Penghentian ini dilandasi karena masih ada kendala dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendamping guru, dan pelatihan kepala sekolah. Ini disebabkan karena ketergesa – gesaan dalam penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah – sekolah di Indonesia.
Akan tetapi, Kurikulum 2013 merupakan inovasi dari kurikulum sebelumnya. Karena, aspek sikap dan perilaku merupakan penilaian yang teramat penting. Apabila siswa melakukan sikap buruk, maka semua nilai siswa tersebut dianggap kurang. Nilai mata pelajaran tidak berpengaruh asalkan sikap dan perilakunya baik.
Namun, hal sangat berpengaruh pada pengembangan kualitas pendidikan yaitu ada pada guru, karena guru merupakan ujung tombak pendidikan.kreatifitas dan keberanian guru berinovasi dalam kegiatan belajar mengajar merupakan kunci pergerakan pendidikan di Indonesia. Di tangan gurulah proses peningkatan itu terjadi. Peningkatan mutu dan kualitas guru harus lebih ditekankan sembari perbaikan dan pengembangan kurikulum pendidikan Indonesia.
Essay ini dibuat untuk memenuhi tugas MPA FIP UNJ tahun 2016
Nama : Rifki Ramadhan
NIM : 1215161462
Fakultas : Ilmu Pendidikan
Program Studi : Teknologi Pendidikan
Tahun Angkatan : 2016